Jumat, 12 Juli 2019

Lulu Lusiana, Remaja 13 Tahun yang Mengurus Ibunya Sendirian

Berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban seorang anak. seperti yang dilakukan oleh gadis belia berusia 13 tahun bernama Lulu Lusiana. Ia rela mengorbankan waktu bermainnya demi merawat sang ibu yang sedang sakit. Namun semua itu ia lakukan dengan ikhlas dan tidak pernah mengeluh.


Keluarga Lulu
Lulu Lusiana merupakan anak dari pasangan Ajir dan Rusdiani yang berasal dari Desa Padang Unoi, Kecamatan Salang, Kabupaten Simeulue. Gadis yang akrab disapa Lulu ini merupakan siswa kelas 2 SMP. Ajir, ayah Lulu sudah meninggal dunia sejak ia berusia 4 bulan. Selama ini Ibunya lah yang menjadi tulang punggung keluarga untuk mencari nafkah.

Namun 5 tahun terakhir Rusdiani, ibu Lulu tidak mampu berbuat apa-apa lantaran kondisi kesehatan yang terus menurun. Ia hanya bisa berbaring di rumah, sementara untuk biaya sehari-hari Lulu hanya mengharapkan uang pemberian warga sekitar. 

Kondisi ini membuat warga sekitar bergotong royong membantu keluarga Lulu. Untuk biaya sekolah Lulu mendapatkan beasiswa dari sekolah. Berbagai cara sudah dilakukan warga, mulai dari mengajukan bantuan ke perangkat desa hingga dinas terkait guna mendapatkan perhatian pemerintah untuk membantu keluarga Lulu.

Dengan Mata yang berkaca-kaca Rusdiani mengatakan bahwa ia berharap adanya bantuan dari pemerintah agar anak semata wayangnya bisa terus melanjutkan sekolah. Ia berharap Lulu bisa menggapai cita-citanya dan mendapatkan penghidupan yang layak seperti anak seusianya. Rudiani juga berharap rumahnya yang sudah lapuk termakan usia bisa direnovasi agar lebih layak.

Perjuangan Lulu Merawat Sang Ibu
Tidak seperti anak seusianya Lulu tidak memiliki waktu untuk bermain bersama teman sebayanya, ia harus merawat sang ibu setiap hari. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, Lulu menyiapkan sarapan untuk ibunya. Sepulang sekolah semua pekerjaan rumah sudah menunggu untuk dikerjakan.

Kadang Lulu juga harus bekerja untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan mencuci pakaian tetangga. Di tengah-tengah kesibukannya merawat ibunya Lulu masih sempat untuk belajar. Ia termasuk siswa yang berprestasi di sekolah.

Meskipun kehidupan yang dijalani tidak mudah, Lulu tidak pernah mengeluh dan sabar dalam menghadapi ujian hidup ini. Ia terus menjalani semua itu dengan ikhlas demi kesembuhan sang ibu. Lulu juga tidak pernah patah semangat dalam mengejar cita-cita yang ingin menjadi seorang guru. 

Allianz Wakaf
Perjuangan Lulu yang merawat ibunya dengan segala keterbatasan patut mendapatkan penghargaan Allianz Wakaf. Perjuangan yang tak kenal lelah merawat sang ibu bisa menjadi inspirasi bagi kita yang kadang lupa bersyukur dalam hidup. Asuransi wakaf Allianz bisa membantu meringankan beban Lulu dan ibunya.

Anda juga bisa membantu Lulu dan anak-anak yang kurang beruntung lainnya dengan asuransi Allianz wakaf. Dana wakaf tersebut akan disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan seperti Lulu. Allianz wakaf sudah terdaftar di Badan Wakaf Indonesia (BWI) sehingga seluruh dana yang disalurkan diawasi dan dilindungi. Laporannya dana juga bisa anda pantau.

Asuransi wakaf memang ditujukan untuk membantu sesama demi kemaslahatan orang banyak. Lulu hanya salah satu contoh kecil anak yang hidup dalam kondisi kekurangan. Masih banyak anak-anak lain yang perlu bantuan dari Anda untuk sedikit meringankan beban mereka.

1 komentar: